ISB 6
Metode Ekstrak Purifikasi
Dilakukan purifikasi agar memperoleh zat yang lebih murni, awalnya dilakukan ekstraksi dengan maserasi kemudian purifikasi 1 dan purifikasi 2..
Pada purifikasi 1 ekstrak etanol 96% disuspensikan dalam etanol 30% dilanjutkan dengan purifikasi menggunakan pelarut yang lipofilik
Purifikasi 2 dengan fraksinasi etil asetat, hingga didapat randemen..
Link YouTube:
Pada metode terpurifikasi 1 ketika etanol 96% disuspensikan dalam etanol 30% yang mana ternyata ekstrak sama sekali tidak tersuspensi dan banyak residu yang tidak terikut. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
ReplyDeleteArtinya suspensi pelarut tersebut tidak efektif digunakan kemungkinan karena cenderung bersifat polar. Pelarut pelarut tersebut digunakan sebagai perbandingan
DeleteDikatakan adapun jenis pelarut yaitu etanol 30% dan air panas. Air panas digunakan agar diharapkan senyawa flavonoid dapat tersari.lalu apakah sifat air panas dalam proses ini tidak memberikan zat ballast itu sendiri ?
ReplyDeleteAir panas makin bersifat polar , karena itu yang bersifat cenderung larut dalam pelarut polar. Selain itu,peningkatan suhu dan lama pemanasan menyebabkan laju ekstraksi semakin tinggi
DeleteDikatakan bahwa ekstrak sama sekali tidak tersuspensi dan banyak residu yang tidak terikut kemudian Dicuci berulang kali menggunakan etanol 30% hingga etanol 30% berubah warna menjadi bening sehingga diharapkan semua senyawa yang bersifat relatif polar dapat terlarut dalam etanol 30%.Lalu setelah dilakukan pencucian bagaimana cara kita mengetahui pada ekstrak senyawa yang bersifat relatif polar dapat terlarut dalam etanol 30%?
ReplyDeleteCara kita mengetahui pencucian berwarna bening berarti itulah senyawa yang polar didalam etanol 30 %. Karena ekstrak itu nantinya yang berbentuk kental dan berwarna yang akan ditarik dari zat zat ballast
Delete