Kimia Medisinal 4

Ionisasi Obat 

Kebanyakan obat adalah asam lemah atau basa lemah. Karena itu, adanya serah terima ion Hidrogen. 

Hukum aksi massa mengatur obat yang tersedia yang dpaat meninggalkan kompartemen karena bagian obat yang tidak bermuatan meninggalkan kompartemen , jumlah muatan akan. Berkurang untuk menjaga keseimbangan molekul bermuatan dan tidak bermuatan pada ph tertentu.

Link YouTube:

https://youtu.be/PDeCDcuiSek

Comments

  1. Obat asam lemah atau basa lemah dapat menerima ataupun kehilangan proton bergantung pada kondisi pH. Pada pH netral obat yang lemah akan cenderung kehilangan proton dan kemudian terionisasi negatif atau bermuatan, sementara basa lemah cenderung menerima proton dan kemudian bermuatan positif. Muatan ini yang kemudian akan mempengaruhi kemampuan molekul dalam menembus membran. Ini artinya ionisasi yang terjadi pada molekul obat Dapat menjadi prediktor terhadap sifat absorpsi obat. Lalu bagaimana dengan Absorpsi pada Blood-Brain Barrier (sawar darah otak), dimana Khusus untuk obat-obat yang tempat aksinya ada di otak, ia harus dapat menembus sawar darah otak. Bagaimana kondisi ionisasi pada obat obat yang di rancang untuk menembus sawar darah otak tersebut ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Obat yang melintasi sawar darah otak tidak terionkan pada pH darah. Banyak obat yang digunakan dalam praktek anestesi harus melewati sawar darah otak (blood–brain barrier) untuk mencapai tempat kerja mereka. Otak dilindungi dari agen-agen beracun poten oleh sel-sel endotel yang tumpang tindih yang mengelilingi kapiler dan mengganggu difusi pasif. hanya molekul yang larut dalam lemak yang sangat kecil (misalnya agen anestesi intravena yang memiliki akses ke sistem saraf pusat (SSP). Jadi Obat yang terionisasi tinggi (misalnya relaksan otot, glikopirronium) tidak melewati sawar darah otak.

      Delete
    2. Artinya untuk bisa menembus sawar darah otak, suati obat harus tidak terionkan pada pH darah, lalu adakah suatu modifikasi dalam bentuk bantuan mekanisme transport yang membuat obat dengan tingkat ionisasi tinggi bisa tetap melewati sawar darah otak?

      Delete
    3. Pada umumnya transfer obat melewati barrier darah otak terjadi secara difusi pasif transpor yang
      difasilitasi carrier. Difusi pasif terjadi bila obat larut dalam membran lipid dari sel cerebrovascular
      endotelial dan kemudian dilepaskan kedalam otak. Difusi pasif tergantung pada lipofilisitas obat, muatan,gradien konsentrasi, berat molekul dan derajat ikatan protein

      Delete
    4. transfer obat melalui sawar darah otak biasa terjadi secara difusi pasif yang difasilitasi carrier, lalu apakah artinya untuk obat yang tingkat ionisasi nya tinggi terutama pada pH darah tidak bisa menembus sawar darah otak? apakah ada prodrug yang bisa digunakan dalam memodifikasi struktur kimia ataupun sistem penghantaran obat itu sendiri dalam menembus sawar darah otak?

      Delete
    5. Alternatif lain untuk penghantaran obat menuju otak adalah penggunaan carrier asli yang ditujukan
      pada barrier darah otak. Carrier, telah diketahui sebagai transporter, menghantarkan hidrofilik esensial
      dan senyawa besar melintasi barrier seperti kolin, purin, asam amino dan lipoprotein. Sebagai contoh,
      senyawa kemoterapetik D, L-NAM (untuk tumor otak) ditranspor melintasi barrier darah otak dengan
      carrier asam amino netral. Untuk keefektifan penghantaran obat-obat harus mempunyai carrier spesifik,
      jadi karakteristik molekularnya terbatas. Nanopartikel bisa melewati barrier darah otak secara difusi
      pasif atau reseptor yang memperantarai endositosis yang melintasi barrier darah otak tanpa
      menyediakan molekul obat spesifik.

      Delete
  2. maka dapat saya simpulkan bahwa ionisasi yang terjadi pada molekul obat Dapat menjadi prediktor terhadap sifat absorpsi obat. Otak dilindungi dari agen-agen beracun poten oleh sel-sel endotel yang tumpang tindih yang mengelilingi kapiler dan mengganggu difusi pasif. hanya molekul yang larut dalam lemak yang sangat kecil (misalnya agen anestesi intravena yang memiliki akses ke sistem saraf pusat (SSP). Jadi Obat yang terionisasi tinggi (misalnya relaksan otot, glikopirronium) tidak melewati sawar darah otak. maka dilakukan suatu modifikasi sebagai alternatif agar obat terionisasi tinggi bisa menembus sawr darah otak, yaitu dengan penggunaan carrier asli yang ditujukanpada barrier darah otak. Carrier, telah diketahui sebagai transporter, menghantarkan hidrofilik esensial dan senyawa besar melintasi barrier seperti kolin, purin, asam amino dan lipoprotein.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

ISB 13

Kimed 13